TEORI KOGNITIF
Ahli-ahli kognitif berpendapat bahwa belajar adalah hasil dari usaha kita untuk dapat mengerti dunia. Ahli teori tingkah laku dan ahli teori kognitif berpendapat, reinforcement penting dalam belajar, tetapi alasan mereka berbeda. Ahli teori tingkah laku yang kaku menyatakan, bahwa reinforcement memperkuat respons, sementara ahli teori kognitif melihat reinforcement sebagai sumber umpan balik (feedback).
Bransford menguraikan secara singkat tentang teori kognitif, yang penting dalam hal belajar adalah bagaimana orang mengerti dan mengingat informasi dan mengapa beberapa orang dapat melakukan dengan baik dan yang lain tidak. Kenyataannya, ahli-ahli psikologi kognitif lebih cenderung menyelidiki aspek-aspek penting dalam belajar seperti bagaimana orang dewasa mengingat informasi verbal dan anak-anak memahami cerita-cerita.
Kategori penting dalam teori belajar kognitif yaitu:
1. Sistem pengalaman informasi.
Sekarang ini kita menerima, memproses dan mengingat informasi akhir-akhir ini kita telah diberi kesan oleh kemampuan komputer.
2. Proses informasi.
Dalam hal pendidikan tentunya kita berbagi informasi yang berguna, keterampilan dan sikap pada siswa, sehingga siswa dapat mengingat kembali pengetahuan yang telah mereka simpan jika mereka membutuhkan.
3. Ingatan jangka pendek.
Ingatan jangka pendek yaitu suatu sistem penyimpanan sementara yang dapat menyimpan informasi secara terbatas. Ingatan jangka pendek ini adalah bagian dari ingatan, dimana informasi yang baru dapat disimpan.
Ingatan jangka pendek hanya dapat atau mampu mengingat lima sampai tujuh informasi (Miller, 1956). Ini berarti kita hanya bisa mengingat lima sampai tujuh informasi yang berbeda dalam waktu yang singkat.
4. Ingatan jangka panjang.
Ingatan jangka panjang adalah bagian dari sistem ingatan kita dimana kita menyimpan informasi untuk jangka waktu yang lama. Ingatan jangka panjang diperkirakan mempunyai daya tampung yang tidak terbatas, baik dari segi jumlah informasi yang dapat disimpan maupun dari segi lama waktunya informasi akan disimpan.
Craik dan lockert mengusulkan teori pemprosesan informasi dibagi menjadi tiga model yaitu:
a. Elaborasi, yaitu menambah arti dengan menghubungkan satu informasi baru dengan kumpulan-kumpulan yang lain atau mpengetahuan yang sudah ada.
b. Organization yang dihubungkan dengan elaboration yaitu bahan matapelajaran yang diorganisasi dengan baik lebih mudah untuk dipelajari dan diingat daripada informasi yang sepotong-potong dan sedikit.
c. Konteks, secara jelas aspek-aspek tertentu dari konteks fisik dan emosi dari bahan pelajaran yang dipelajari bersamaan dengan informasi menjadi bagian dari kerangka kerja yang proposional. Kemudian apabila kita mencoba mengingat informasi, belajar akan lebih mudah jika konteksnya sama.
Strategi mengajar
1. Memusatkan perhatian kepada siswa.
2. Mengidentifikasi apa yang penting, sulit dan tidak biasa.
3. Belajar dapat dipertinggi jika guru membantu siswa merasa betapa pentingnya informasi.
4. Membantu siswa mengingat kembali informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
5. Membantu siswa memahami dan menggabungkan informasi.
Strategi membantu siswa mengingat.
1. Menghafal memerlukan usaha.
2. Materi yang harus dihafal atau yang harus diingat seharusnya berhubungan dengan hal-hal lain yaitu dengan menguraikan dengan kata-katanya sendiri dan menggambarkannya dengan hayalan.
3. Menghafal atau mengingat memerlukan organisasi. Materi dapat dibagi dalam kelompok atau babgian-bagian kecil.
Metode mnemonic yaitu suatu metode untuk mengingat yang menekankan atau membentuk struktur bagi hal-hal atau benda-benda yeng perlu diingat sehingga mempermudah mengingat kembali.
Diantara beberapa sistem mnemonic yang berguna adalah:
1. Peg-Type Mnemonics.
Metode ini mengharuskan kita mengingat daftar tempat atau kata-kata yang sudah tersandar. Apabila kita belajar suatu daftar item-item, kita dapat menghubungkan dengan informasi-informasi item-item ini dengan peg yang telah ada dalam ingatan kita. Pendekatan yang dipakai yaitu dengan menggunakan metode loci yaitu pertama-tama kita harus membayangkan tempat yang sudah kita kenal seperti rumah kita sendiri. Sekarang pilihlah tempat yang kita anggap penting, misalnya meja, kursi dan lain-lain.
2. Chain-Type Method.
Metode ini masih berhubungan dengan metode yang pertama dan metode ini sistemnya mata rantai. Setiap item pada satu daftar adalah mata rantai item berikutnya melalui beberapa hubungan visual.
3. The Keyword Menthod, yakni mencari kata kunci dari sebuah kalimat.
4. Chunking
Jika kita mengingat 6 dijit maka kita akan mengalami kesusahan, tetapi kita akan mendapatkan kemudahan apabila kita meletakkan dua atau tiga digit didalam chunk.
Kemampuan Matakognitif.
Yaitu pengetahuan yang berasal dari kognitif kita sendiri beserta hasil-hasilnya. Kemampuan metakognitif untuk memonitor prestasi siswa sendiri dengan menggunakan strategi yang berbeda agar belajar dan mengingat dapat berkembang bersama dengan umur.
Bagi anak kecil kesulitan dengan kemampuan metakognitif, dikarenakan:
1. Mengenal ketika suatu masalah menjadi lebih sulit dan pendekatan baru diperlukan.
2. Menyimpulkan bahwa suatu asumsi itu benar berdasarkan informasi yang ada.
3. Meramalkan hasil dengan menggunakan strategi belajar khusus dalam suatu situasi yang diberikan.
4. Mencoba untuk memonitor cara belajar dan mau mengubah pendekatan jika diperlukan.
Model Pengajaran Menurut Teori Kognitif
Bruner berpendapat bahwa peranan guru harus menciptakan situasi, dimana siswa dapat belajar sendiri daripada membeberikan suatu paket yang berisi tentang informasi atau pelajaran kepada siswa. Tujuannya yaitu:
1. Memperkuat informasi pengetahuan yang sudah dikenal siswa, terutama jika bahan matapelajaran dapat disampaikan dengan cara yang berbeda.
2. Mendiskusikan kembali konsep-konsep yang sulit.
3. Berfikir kembali masalah-masalah yang sulit.
4. Menyampaikan bahan dari beberapa masalah yang belum terselesaikan untuk membantu siswa meningkatkan intelektual mereka.
Menurut Ausabel, faktor yang paling penting dalam mempengaruhi belajar adalah apa yang diketahui siswa. Ausabel menyampaikan satu alternatif model pengajaran yaitu reception learning, yakni guru menyusun situasi belajar, memilih materi-materi yang tepat untuk siswa dan menyampaikan dalam bentuk pengajaran yang terorganisasi.
Inti dari pendekatan Ausabel adalah expository teaching yaitu pengajaran yang sistematis dengan menyampaikan informasi yang bermakna. Expository teaching berisi 3 prinsip tahap penyampaian pelajaran yaitu:
1. Mengarahkan para siswa pada materi yang akan mereka pelajari dan menolong mereka untuk mengingat kembali informasi berhubungan dan dapat digunakan dalam membantu menanamkan pengetahuan baru.
2. Materi baru disampaikan dengan memberikan ceramah, diskusi film, atau memberikan tugas kepada siswa.
3. Guru sebaiknya mencoba untuk menggabungkan informasi baru kedalam susunan pelajaran yang sudah direncanakan untuk pelajaran permulaan dengan mengingatkan siswa bagaimana setiap rincian khusus yang berhubungan dengan gambar yang besar.
skip to main |
skip to sidebar
Sabtu, 05 Juni 2010
Jam
Ainun Na
Labels
- Cerpen (1)
- Idola (1)
- pendidikan (2)
- struktur teks deskripsi (1)
- Teks (2)
- tentang kita (1)
- Tips (3)
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Introduction
Followers
About Me
kalender
Calendar Widget by CalendarLabs


2 komentar:
isine kok ra mutu...
tapi bermanfaat...
Posting Komentar