
Di Sinai hatimu yang mekar
Ku jatuhkan kedalaman jiwa ini
Pada ruas kelembutanmu
Yang makin terjal ku khidmati
Sebab…..
Seolah kau…
Tak kunjung fahami
Jiwa macam apakah ini?
Dan
Pada daun alismu yang serupa malam
Ku tasbihkan
lafadz keindahan dengan tunduk
bagai penguasa yang linglung
atas keagungannya
Entah…
berapa lama ku jalani hidup
untuk menunggu kabar mu
alunkanlah….
Dengan lembut
Cintamu ke dalam sanubari ku
Terbitlah sebagai mentari abadi
Karena…
Di sudut baratlah
kan ku nanti sesirat cahaya fajar


0 komentar:
Posting Komentar